Proses Pembuatan Kaos Sablon Berkualitas dan Tidak Luntur

Apakah Anda adalah orang yang mudah bosan dengan motif kaos yang cuma itu-itu saja? Atau Anda ingin mempunyai motif gambar kaos milik sendiri? Sekarang, Anda bisa membuat kaos sendiri sesuai dengan selera dan kemauan sendiri. Caranya pun sangat mudah. Bahkan bisa dikerjakan sendiri. Artikel ini akan memberikan ide tentang proses pembuatan kaos sablon berkualitas dan tidak mudah luntur. Dan mungkin saja artikel ini akan dapat memberi inspirasi untuk Anda yang ingin membuka usaha di bidang konveksi.

Proses Pembuatan Kaos Sablon Berkualitas

Kaos sablon dipilih karena proses pembuatannya yang tidak sulit dan biaya yang dikeluarkan pun lebih murah dibandingkan dengan kaos dengan motif bordir. Sebelum membuatnya, kita perlu memperhatikan beberapa hal.

  1. Memilih jenis bahan

Tahap awal dalam produksi kaos sablon adalah pemilihan bahan kaos yang akan digunakan. Pilihlah bahan kaos yang nyaman dipakai dan warnanya tidak mudah luntur saat dicuci. Jangan sampai saat Anda mencuci kaos, malah mengotori pakaian yang lain. Bahan yang biasa digunakan untuk kaos adalah bahan dari katun atau cotton. Bahan ini dipilih karena lebih nyaman saat dipakai, warna lebih awet, dan lebih mudah untuk disablon.

Ada beberapa jenis bahan cotton yang digunakan, antara lain: cotton 20S, 24S, 30S, atau 40S. Semakin besar angka angkanya maka kaos akan semakin tipis. Pada umumnya orang-orang lebih memilih untuk menggunakan cotton 30S combed. Selain tidak panas bahan ini juga tidak terawang.

Anda juga perlu mempertimbangkan jenis sablon yang akan digunakan. Jangan sampai kaos sablon yang akan kita buat akan mudah sekali luntur. Sablon yang digunakan antara lain sablon rubber (karet), pigment, plastisol, glitter, dan glow in the dark.

Saat ini jenis sablon yang paling diminati adalah jenis sablon glow in the dark.  Sablon jenis ini dapat memungkinkan orang lain untuk melihat kaos kita dalam kegelapan karena mampu memancarkan cahaya. Tetapi bagi yang menginginkan sablonan yang paling awet, Anda disarankan untuk menggunakan sablon rubber atau karet. Sablon ini memiliki sifat menempel pada permukaan kaos sehingga mampu menutupi serat kain.

  1. Pembuatan desain

Saat proses pembuatan desain, Anda bisa memikirkan apa yang disukai atau apa yang sedang hangat dibicarakan saat ini. Jangan meniru motif kaos sablon yang sudah ada di pasaran karena itu akan sangat terlihat biasa. Usahakan kaos yang akan dibuat  terlihat lain dari yang lain dan tidak akan ketinggalan zaman.

Anda bisa membuat desain gambar kaos kreasi sendiri dengan menggunakan aplikasi Corel Draw. Tetapi, untuk Anda yang tidak bisa mengoprasikan Corel tidak perlu khawatir karena cukup mengunduh gambar atau grafis secara gratisan dari internet.

Jadi pada dasarnya, pada proses ini Anda harus mampu mengubah ide-ide kreatif yang ada di pikiran menjadi sebuah gambar yang bisa dilihat oleh orang lain.

  1. Proses stensil

Langkah selanjutnya adalah stensil atau lebih sering disebut dengan afdruk. Proses stensil adalah proses pemindahan desain yang dicetak di film ke dalam screen dengan memanfaatkan sinar ultraviolet.  Proses ini merupakan tahapan terpenting untuk menghasilkan kaos sablon yang berkualitas.

Adapun tahapan proses stensil yang pertama adalah proses membersihkan screen yang akan dipakai dari debu-debu halus yang dapat mempengaruhi hasil afdruk. Bisa dibersihkan dengan menggunakan sabun cuci dan kain. Lalu keringkan di bawah sinar matahari dengan posisi berdiri. Setelah itu, oleskan obat afdruk secukupnya di bagian belakang dan depan screen. Saat pengolesan, obat harus dioleskan secara merata. Jangan terlalu tebal atau terlalu tipis. Kemudian keringkan kembali.

Jika ingin lebih cepat, bisa menggunakan pengering rambut untuk mempercepat proses pengeringan. Setelah kering, siapkan film sablon dan tempelkan pada screen tersebut pada posisi yang dikehendaki. Posisi yang menjadi posisi favorit adalah di bagian tengah. Setelah itu adalah tahapan penyinaran. Pada tahap ini, Sinar matahari yang stabil sangat diperlukan. Jadi jika tidak ada cahaya matahari, Anda bisa menyinarinya dengan lampu neon.

Setelah proses penyinaran, maka gambar yang ingin dibuat akan terlihat tetapi masih samar-samar. Tetapi jangan senang dulu, karena masih ada proses lain yaitu proses menghilangkan obat afdruk yang masih menempel pada screen. Anda hanya cukup menyiramkan air bersih pada screen. Setelah gambar terbentuk dengan sempurna, proses selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mengeringkan kembali screen tersebut atau mengoleskan obat penguat screen.

  1. Pemilihan jenis sablon

Setelah proses stensil selesai, yang harus dipikirkan adalah jenis sablon yang akan digunakan. Terdapat dua jenis sablon yang bisa pilih yaitu sablon digital dan sablon manual. Sablon manual biasanya tinta sablon dioleskan sendiri pada kaos sedangkan sablon digital menggunakan alat seperti printer kertas namun berukuran lebih besar yang telah diisi dengan tinta sablon.

Untuk saat ini, sablon digital lebih diminati karena bisa memadukan warna yang diinginkan lebih dari satu warna. Sedangkan untuk sablon manual, hanya bisa mengaplikasikan warna-warna solid dan tidak ada warna gradasi pada kaos sablon yang akan dicetak.

  1. Proses pencetakan

Proses terakhir adalah pencetakan kaos sablon. Pada proses ini, Anda wajib memperhatikan teknik sapuan menggunakan rakel. Bagi orang awam, pasti masih bingung apa itu rakel? Rakel adalah alat untuk meratakan tinta sablon yang dibuat dari bahan karet. Tapi perlu diingat ya, rakel hanya digunakan untuk sablon manual.

Yang perlu dilakukan hanyalah menyapukan tinta sablon di atas screen secara merata dengan menggunakan rakel saja. Sebelum menyapukan rakel, Anda harus memperhatikan adalah ketepatan saat mengangkat screen karena biasanya tinta akan cepat mengering yang akan dapat menghambat proses percetakan. Jika hal tersebut terjadi, Anda harus membersihkan kembali screen dengan menggunakan air.

Setelah kaos selesai dicetak, kaos harus dikeringkan dahulu. sebelum kering, jangan memegang tinta sablon yang ada di kaos karena tinta sablon belum kering dengan sempurna. Anda tidak harus menjemurnya di bawah sinar matahari. Cukup mengangin-anginkannya saja atau bisa menggunakan kipas angin. Dan jadilah kaos sablon hasil kreasi Anda sendiri.

Untuk tinta sablon tertentu, Anda memerlukan proses curing. Misalnya saja untuk jenis tinta sablon plastisol membutuhkan alat berupa conveyer atau flash heater karena harus dipanaskan dalam temperatur yang sangat panas kurang lebih 143 derajat hingga 166 derajat. Atau mesin hot press untuk mengeringkan tinta sablon jenis tinta karet atau rubber.

Bagaimana? Mudah bukan? Tidak perlu ragu lagi untuk memulai usaha di bidang ini. Kaos sablon berkualitas dan tidak mudah luntur pun bisa dibuat dengan mudah. Mulai ubahlah imajinasi kreatif di pikiran ke dalam sebuah gambar yang bisa dinikmati oleh banyak orang. Semua dimulai dari diri sendiri. Semoga artikel ini mampu membantu dan bermanfaat.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Halo! Klik salah satu CS dibawah untuk melakukan chat via WhatsApp.

Close
Compare
Wishlist 0
Open Wishlist Page Continue Shopping