Proses Sablon Baju di Konveksi Terbaik

Kualitas yang ditawarkan sebuah konveksi menjadi pertimbangan para pelanggan sebelum memutuskan konveksi mana yang mereka pilih. Terkadang proses sablon baju itulah yang menjadi poin penting dalam sebuah usaha konveksi.  Kaos yang memiliki sablonan yang sesuai dengan keinginan pelanggan tentunya menjadi incaran banyak orang. Tahapan atau proses penyablonan baju harus diperhatikan dengan baik dari pihak konveksi supaya dapat menghasilkan produk yang berkualitas. Namun, tahukah Anda apa saja tahap dari proses penyablonan baju? Berikut penjabarannya.

Tahap Sablon Baju yang Baik dan Benar

Dalam proses sablon baju, terdapat 3 tahapan yang harus dilewati. Tahapan tersebut antara lain tahap Pra Cetak, tahap Cetak, dan tahap Pasca Cetak. Di bawah ini akan dijelaskan lebih detail mengenai tahap penyablonan baju agar menghasilkan produk yang bernilai tinggi dan awet digunakan.

  1. Proses Desain

Proses yang masuk ke dalam tahap Pra Cetak ini menjadi tahapan paling pertama yang wajib dilalui. Ide atau gagasan si pembuat kaos maupun pelanggan menjadi bahan utama di tahap desain. Kumpulan gagasan tersebut dikumpulkan menjadi satu sehingga ide Anda berbentuk konkret dan nyata. Seperti misalnya Anda memiliki ide untuk membuat kaos dengan sablonan gambar wajah seseorang di bagian depannya. Anda perlu mematangkan ide tersebut dengan membayangkan secara detail ingin seperti apa desain kaos Anda lebih jelasnya.

Setelah itu untuk membuat ide Anda menjadi nyata, Anda dapat menerapkan teknik-teknik yang mendukung gagasan tersebut seperti misalnya dengan memotret wajah seseorang yang menjadi bayangan Anda (photography), menggambarnya dengan jelas di atas selembar kertas putih (hand drawing), menggambarnya di Corel Draw.

Anda bisa memperhatikan pasar sebagai bahan pertimbangan desain. Apa mode yang sedang hits dan menjadi trend di banyak kalangan. Selain itu jika ada pekerja di konveksi baju, pastikan untuk mengkonfirmasi ulang model yang akan disablon kepada pelanggan Anda untuk menghindari salah cetak. Inti sebenarnya dari tahap desain adalah mengganti gagasan menjadi bentuk nyata dan bisa dilihat orang lain. Hal itu dilakukan agar desain yang sudah Anda buat dapat berpindah ke tahap selanjutnya dimana ide tersebut dilanjutkan menjadi sebuah klise sablon.

  1. Proses Pembuatan Klise Sablon dan Stecil/Afdruk

Setelah mengubah ide menjadi bentuk konkret, proses sablon baju selanjutnya yaitu pembuatan klise sablon. Klise atau film sablon inilah yang nantinya akan dicetak atau diafdruk ke dalam screen untuk tahap selanjutnya. Screen adalah kain yang memiliki pori-pori halus. Terbuat dari larutan emulsi dan sensitizer, Selain itu, proses pemindahan tersebut juga memanfaatkan cahaya ultraviolet.

  1. Proses Penyiapan Meja Kerja

Menyiapkan meja juga hal yang penting saat melakukan proses sablon baju. Sebelum mulai menyetak sablonan, penting untuk menyiapkan meja khusus sehingga nantinya tidak akan terganggu dengan hal lain. Bayangkan betapa repotnya Anda jika tidak menyiapkan meja khusus dan menggunakan satu meja untuk beragam kegiatan. Pasti akan sangat ribet dan tidak nyaman.

  1. Tahap Sablon Baju

Tahap inilah yang paling penting dari semua tahap, penyablonan baju. Pada dasarnya proses sablon hanyalah memindahkan tinta ke media yang dibutuhkan menggunakan screen atau kain penyaring. Anda perlu memperhatikan teknik sapuan yang tepat untuk menghasilkan hasil yang maksimal. Pelajari juga sifat dari tinta cetak karena setiap tinta memiliki beragam ciri khas. Hal-hal seperti tingkat kecepatan keringnya sebuah tinta juga harus diperhatikan. Terkadang terdapat beberapa jenis tinta yang bisa kering dengan cepat, ada pula yang lebih lambat. Tinta yang terlalu cepat kering akan menyulitkan proses cetak dan menyumbat pori-pori screen. Sehingga dapat menampilkan hasil yang cacat atau tidak bagus.

Selain teknik manual dengan menggunakan screen, ada pula teknik yang populer beberapa tahun belakangan di bisnis konveksi Indonesia. Teknik tersebut adalah DTG atau Direct to Garment. Teknik ini adalah teknik sablon baju yang dicetak secara langsung dari hasil desain ke media yang diperlukan tanpa menggunakan screen. Teknik ini tak menggunakan tenaga manusia, dan hanya menggunakan mesin printer DTG saja. Cara kerjanya mirip dengan mesin printer biasa. Yang membuatnya berbeda hanyalah medianya.

  1. Proses Pengeringan

Proses sablon baju selanjutnya adalah proses pengeringan. Pastikan tinta cetak kering dengan sempurna. Jangan sampai tinta tersebut belum kering tapi Anda sudah melanjutkan ke tahap yang lain. Tinta sablonan yang permukaannya telah kering saat disentuhpun belum tentu sudah benar-benar kering. Anda dapat mengeringkannya secara alami seperti di jemur atau di angin-anginkan. Bisa juga dengan menggunakan bantuan mesin seperti blower, kipas, dan lain-lain.

  1. Tahap Curing

Proses ini membutuhkan bantuan alat khusus untuk mengeringkan beberapa jenis tinta. Ada beberapa tinta yang membutuhkan waktu lama untuk kering seperti tinta plastisol misalnya. Tinta jenis ini membutuhkan proses pemanasan menggunakan mesin conveyer atau flash heater dengan suhu yang sangat panas. Suhu yang dibutuhkan kurang lebih 143 hingga 166 derajat celcius. Sedangkan untuk tinta karet juga dibutuhkan pemanasan dengan mesin hot press sebesar 110 sampai 130 derajat celcius.

  1. Proses Pembakaran

Tahap lain untuk mengeringkan tinta sablon baju adalah dengan menerapkan teknik burning. Banyak para penyedia jasa konveksi yang tidak terlalu memperhatikan tahap ini sehingga membuat produk yang dihasilkan buruk kualitasnya, atau bahkan gagal cetak. Ada pula sablonan yang pecah, luntur, dan tidak tahan lama setelah dipakai. Maka dari itu, perlu diperhatikan lebih detail saat tiba di tahap terakhir ini.

Jenis-Jenis Sablon Baju

Tahukah Anda jenis-jenis sablon yang lazim diterapkan di pasaran? Setidaknya ada 7 jenis sablon yang populer antara lain sablon rubber, sablon pigment, sablon plastisol, sablon reflektif, sablon glow in the dark, sablon discharge, sablon glitter, dan sablon flocking.

Sablon rubber adalah sablon yang banyak diterapkan karena sifatnya yang mudah merekat di kain dan membuatnya mampu menutupi serat. Sablon baju jenis ini juga awet dan tahan lama. Sedangkan sablon pigment adalah sablon yang umumnya digunakan pada kaos dengan warna putih atau warna muda lainnya. Jenis sablon ini juga menyerap ke dalam kain dan membuat kaos tidak kaku saat dipakai. Sablon plastisol di sisi lain adalah sablon yang berbahan dasar minyak yang dapat menembus titik terkecil sehingga cocok diterapkan pada kaos dengan desain gambar foto.

Sablon reflektif dan sablon glow in the dark akan menyala jika kaos yang dikenakan disinari oleh lampu atau cahaya lain. Sedangkan sablon discharge dapat mengganti warna dasar lalu diisi dengan warna cat sesuai kebutuhan pemesannya. Sablon glitter memiliki keunikan dimana cat yang digunakan dicampur dengan glitter sesuai namanya, dan sablon flocking memiliki tinta sehalus beludru.

Itulah tadi ulasan mengenai sablon baju yang mungkin berguna bagi Anda. Konveksi yang baik pasti akan menghasilkan baju yang berkualitas. Pastikan memilih konveksi yang tepat sebelum Anda mulai memesan kaos atau produk.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Halo! Klik salah satu CS dibawah untuk melakukan chat via WhatsApp.

Close
Compare
Wishlist 0
Open Wishlist Page Continue Shopping